Sebuah distrik sekolah negeri di utara Amerika Serikat bersiap memperkenalkan robot pengajar bernama Sally musim gugur ini. Perangkat humanoid itu dirancang untuk mendampingi guru sebagai asisten dalam kelas, dengan penekanan pada kontrol materi ajar dan perlindungan privasi siswa.

Sally, buatan Realbotix, akan ditempatkan di Salamanca City Central School District di wilayah barat New York. Robot ini berpenampilan sangat realistis—dengan kulit silikon dan rambut cokelat panjang—namun peran resminya adalah membantu, bukan menggantikan, guru di kelas.
Desain dan batasan akses
Sally berbasis pada platform Realbotix M-Series dan diatur untuk tetap pada posisi duduk tetap selama operasi. Seluruh materi latihan yang digunakan dibatasi pada kurikulum Salamanca City Central School District; robot tidak memiliki akses ke internet terbuka. Sistem berjalan dalam jaringan tertutup yang tidak terhubung ke internet publik, sehingga diklaim tidak dapat mengambil informasi pribadi yang bisa mengidentifikasi siswa.
Fitur pembelajaran dan dukungan
Dalam praktiknya, setiap siswa akan masuk menggunakan kode pengenal eksklusif. Dengan mekanisme ini, Sally mampu melanjutkan percakapan sebelumnya dan menyesuaikan materi bimbingan berdasarkan catatan performa siswa. Selain interaksi langsung dengan robot, siswa juga bisa mengakses asisten AI virtual bernama Optio lewat laptop untuk mendapatkan bantuan pekerjaan rumah, pembuatan materi pelajaran, serta layanan terjemahan dalam lebih dari 100 bahasa—tersedia 24 jam sehari.
- Sesi terbatas pada kurikulum distrik saja.
- Operasi di jaringan tertutup tanpa koneksi internet publik.
- Login per siswa memakai kode pengenal unik untuk melanjutkan percakapan sebelumnya.
- Optio menyediakan bantuan 24/7 untuk tugas, pembuatan materi, dan terjemahan.
Keamanan jawaban dan protokol keselamatan
Untuk mengurangi risiko AI mengarang jawaban, Sally dirancang untuk secara eksplisit menyatakan “我不知道” bila tidak mampu menjawab sebuah pertanyaan. Sistem juga memiliki mekanisme keselamatan: jika seorang siswa menyebutkan niat melukai diri sendiri, akan ada peringatan otomatis yang dikirim ke pihak pengelola sekolah agar segera ditindaklanjuti.
Penerapan awal dan tantangan implementasi
Rencana awal menempatkan Sally pada mata pelajaran AI dan robotika tingkat sekolah menengah, dengan materi pembelajaran didasarkan pada kurikulum yang dikembangkan oleh Steve Wozniak. Layanan ini diperkirakan akan menjangkau sekitar 500 siswa pada September.
Langkah Salamanca menguji coba penggunaan robot pengajar ini berlangsung di tengah kondisi yang berbeda di wilayah lain: Kota New York telah menunda pengadaan produk edtech, dan serikat guru negara bagian New York meminta pembatasan ketat terhadap penggunaan AI di sekolah. Dengan keadaan tersebut, ada sejumlah pertanyaan praktis yang masih harus diuji di lapangan—termasuk apakah siswa bersedia mempercayai Sally, apakah guru menilai kehadirannya benar-benar membantu, dan apakah data siswa benar-benar dapat tetap tertutup sesuai klaim.
Hasil uji coba musim gugur nanti akan menjadi indikator penting tentang bagaimana teknologi humanoid dan asisten AI dapat diintegrasikan ke lingkungan sekolah tanpa mengorbankan keamanan data dan peran tenaga pengajar.






















































































































































































































